Bali

"Ratu Togel" Beromzet Rp 4 Miliar Dibekuk

Kompas.com - 24/03/2011, 18:02 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Seorang ratu togel yang beromzet sekitar Rp 4 miliar per bulan beserta empat anak buahnya dibekuk aparat gabungan Polda Bali dalam penggerebekan di rumah tersangka, Jalan Pantai Lokapaksa, Seririt, Buleleng, Bali, Kamis (24/3/2011) pagi.

Ratu togel bernama Luh Mas ini sepertinya memang tak pernah kapok. Bagaimana tidak, ia sebenarnya belum lama bebas dari penjara karena kasus yang sama pascahari raya Nyepi, Sabtu (5/3/2011) lalu.

"Penggerebekan itu bermula dari informasi aktifnya kembali jaringan togel yang dikomandoi LM," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Gede Sugianyar Dwi Putra, saat memberi keterangan kepada wartawan di Mapolda Bali.

Saat polisi menggerebek rumah tersangka, Luh Mas sedang merekap nomor togel bersama keempat anak buahnya, yakni Kadek A, Nyoman S, Komang R, dan Komang S.

Di rumah Luh Mas, polisi menemukan 10 karung kupon rekap togel yang baru saja datang dari perusahaan percetakan di Jawa Timur. Selain itu, polisi juga menyita uang tunai Rp 23 juta yang diduga hasil penjualan kupon togel, empat buah telepon genggam, kalkulator, dan catatan keuangan yang semuanya berhubungan dengan aktivitas togel.

"Berdasarkan sejumlah catatan dari buku togel, sejak 28 Oktober hingga 23 Maret 2011, keuntungan togel yang dikelola oleh LM mencapai Rp 100 juta-Rp 300 juta per harinya," tutur Sugianyar.

Jaringan togel TSSM ini hanya libur dua kali dalam seminggu, yakni Selasa dan Jumat dan jika omzet per hari rata-rata Rp 200 juta maka omzet yang mereka terima dalam sebulan sekitar Rp 4 miliar.

Pengepul dari wanita asal Buleleng ini mencapai 60 orang dan pengecernya hingga ratusan. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, Polda Bali telah meringkus empat bandar togel kelas kakap di Bali yang omzetnya miliaran rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau